Pengetahuan Dasar Fotografi yang Perlu Kamu Pahami

Fotografi memang sudah bukan suatu aktivitas yang asing dilakukan. Maka dari itu, kamera mulai menjadi fitur yang cukup penting dalam sebuah gadget, termasuk smartphone Luna. Untuk akivitas fotografi makin maksimal, nggak ada salahnya kamu mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar fotografi.

Dasar fotografi ini tentu akan sangat membantu kamu menghasilkan foto-foto berkualitas, meski hanya bermodalkan kamera smartphone. Yuk, simak berbagai pengetahuan dasar fotografi yang perlu kamu ketahui berikut!

Baca juga: Ingin Belajar Mengenai Fotografi? Yuk, Simak Tips Ala Arbain Rambey Ini


Pengetahuan Dasar Fotografi

1. Shutter Speed

pengetahuan dasar fotografiSumber: Megapixelstock

Shutter speed atau kecepatan rana adalah salah satu dari tiga unsur eksposur. Ketika kamu menjepret foto dengan menekan tombol kamera, shutter (rana) kamera akan tertutup dan terbuka kembali. Nah, lama terbukanya shutter itulah yang dinamakan dengan shutter speed!

Lama durasi dari shutter speed akan menentukan lamanya waktu penangkapan cahaya ketika kamu menjepret foto. Pada umumnya, ketika ingin memotret subjek diam, shutter speed akan dipasang dalam kisaran 1/100-1/250 (detik), untuk menghindari hasil foto yang kabur akibat getaran tangan.

Namun, beda lagi ceritanya apabila kamu ingin memotret subjek yang bergerak cepat ataupun saat pencahayaan kurang memadai! Gunakan shutter speed yang cepat (1/500-1/4000) agar dapat menangkap subjek, seperti mobil balap atau orang yang sedang berlari. Saat berfoto di malam hari, gunakan shutter speed yang lebih lama (lebih dari satu detik) agar cahaya dapat masuk.

2. Aperture

pengetahuan dasar fotografiSumber: Tookapic

Unsur eksposur selanjutnya yaitu aperture atau diafragma, yaitu lebar bukaan pada lensa kamera. Semakin lebar diafragma (semakin kecil nilai f) maka semakin banyak cahaya yang akan masuk. Begitu juga sebaliknya, semakin sempit diafragma (semakin besar nilai f) maka semakin sedikit pula cahaya yang memasuki kamera.

Selain mengatur kadar pencahayaan yang masuk, nilai diafragma juga akan mempengaruhi kedalaman dari hasil jepretan. Misalnya pada fotografi potret, diafragma yang lebar akan memberikan efek fokus pada subjek yang dipotret. Sedangkan dalam fotografi pemandangan, diafragma yang sempit akan menghasilkan keseluruhan potret foto yang tajam!

3. ISO

pengetahuan dasar fotografiSumber:Unsplash

Unsur eksposur yang terakhir adalah ISO, yaitu tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya. Ada kalanya momen dimana kamu ingin melakukan pemotretan, namun sumber pencahayaan kurang baik. Dengan menaikkan sensitivitas ISO, maka kamera kamu akan dapat menerima cahaya yang lebih berkualitas walaupun ruangan minim akan cahaya.

Namun dengan tingginya nilai ISO, maka kualitas foto juga akan menurun! Semakin tinggi sensitivitas cahaya yang diterima kamera, maka semakin banyak juga munculnya noise pada hasil jepretan foto. Pada umumnya, nilai ISO sebesar 100 akan menghasilkan kualitas foto yang paling jernih.

Baca juga: 7 Gadget Fotografi Untuk Kamera Smartphone yang Wajib Kamu Punya

4. White Balance

pengetahuan dasar fotografiSumber: Unsplash

White balance adalah pengaturan keseimbangan warna pada suatu kamera. Sebagai gambaran, bayangkan kondisi pencahayaan ruangan yang disinari dengan lampu, lilin, ataupun ruangan terbuka yang disinari matahari. Berbeda bukan? Kondisi pencahayaan ini akan berpengaruh terhadap keseluruhan komposisi warna di hasil jepretan kamu!

Pengaturan white balance yang tepat akan menghasilkan foto dengan warna-warna yang lebih akurat. Tidak hanya itu, kamu juga bisa bereksperimen dengan meninggikan white balance untuk menghasilkan foto dengan warna-warna yang lebih cerah dan hangat!

5. Sudut Pandang

pengetahuan dasar fotografiSumber: Unsplash

Sudut pandang pengambilan foto memang merupakan dasar fotografi yang cukup umum. Namun, seorang fotografer yang baik tentu harus paham bagaimana dan kapan mengambil suatu sudut pandang tertentu dalam fotografi.

Salah satu sudut pandang yang paling umum digunakan untuk fotografi potret adalah eye level, yaitu sudut pengambilan gambar dimana subjek foto sejajar dengan tinggi kamera. Ada juga bird’s eye view dimana foto diambil dari posisi yang sangat tinggi untuk memperoleh hasil potret yang menyeluruh. Low angle diambil dari ketinggian yang rendah untuk menghasilkan efek besar atau kuat dari subjek yang diambil.

Bagi kamu yang kreatif, bisa juga menggunakan canted angle dimana pemotretan foto dilakukan dengan posisi miring untuk menghasilkan atmosfir yang unik dan dramatis!

6. Genre Fotografi

pengetahuan dasar fotografiSumber: Wang Teck Heng

Setelah memahami dasar-dasar fotografi, tentunya harus dilanjutkan dengan genre fotografi yang ingin kamu lakukan. Jangan salah! Setiap genre fotografi memiliki teknik-teknik pemotretan yang berbeda lho!

Salah satu genre fotografi yang umum adalah fotografi pemandangan dan potret manusia. Ada juga fotografi jurnalistik dimana hasil jepretan berfokus untuk menggambarkan suatu kejadian, fotografi makro dimana subjek foto berukuran sangat kecil, dan masih banyak lagi lainnya! Cobalah berbagai genre fotografi sebelum menentukan dan mendalami genre yang kamu suka.

Baca juga: 9 Akun Instagram Fotografi yang Wajib Kamu Follow


Bagaimana, tidak begitu sulit kan? Memang, banyak istilah-istilah yang asing dalam fotografi. Namun, seiring dengan seringnya kamu berfoto ria, dijamin deh kamu bakal semakin terbiasa dalam memanfaatkan dasar-dasar fotografi di atas!

Untuk belajar, kamu bisa memulai dengan menggunakan kamera smartphone kamu. Apalagi kini kamu bisa menemukan smartphone seperti Luna Smartphone yang sudah dibekali dengan kamera dan fitur yang sangat kompatibel untuk kamu yang memiliki hobi fotografi.

Sumber gambar: Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *